Kamis, 25 Desember 2014

Sejarah Massage (Pijat)

Massage mungkin berasal dari kebiasaan manusia yaitu suka mengelus-elus, menggosok-gosok atau mengurut-urut bagian tubuh yang sakit atau kurang enak. Dengan cara demikian ternyata rasa sakit atau tidak enak itu berkurang atau hilang sama sekali. Dari pengalaman itu orang yang arif menemukan penyembuhan yang sekarang dikenal dengan massage. Yang menarik ialah bahwa cara penyembuhan demikian telah terdapat di berbagai belahan dunia ini, seperti:

- Di Tiongkok dalam kitab KONG - FOU (2700 SM) terdapat tulisan yang berhubungan dengan massage dan senam penyembuhan. Waktu itu telah dikenal cara pemijatan (Petrissage) dan gosokan (Frictions). Terapi pijat dikembangkan dari gabungan keahlian dan metode dokter di pengobatan tradisional Cina, praktisi seni bela diri, Budha dan Tao yang memandang sentuh sebagai penting untuk yoga spiritual mereka, dan orang awam yang menawarkan pijat untuk relaksasi. 


- Metode pijat Cina berasal dari prinsip bahwa penyakit dan penyakit timbul karena kekurangan atau ketidakseimbangan dalam energi di jalur tertentu atau meridian yang mewakili sistem fisiologis. Melalui teknik pijat dan lain bodywork spesifik, energi akan mengalir lebih harmonis melalui jalur, yang memungkinkan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri secara alami.


- Bangsa India kuno yang terkenal telah memiliki peradaban yang tinggi telah pula mengenal massage dengan hygiene seperti mandi, menggosok badan dan senam. Hal ini tedapat dalam kitab suci VEDA.

- Sekitar 1000 SM, rahib Jepang belajar agama Buddha di China mengamati metode penyembuhan pengobatan Cina tradisional, termasuk terapi pijat. Jepang segera mulai mengimpor dan menyesuaikan teknik pijat Cina, sehingga menimbulkan pijat tradisional Jepang atau ANMA, yang tumbuh menjadi Shiatsu. Tujuan utama dari Shiatsu adalah untuk meningkatkan tingkat energi pada pasien.

- Bangsa Mesir dan Persia Kuno juga telah mengenal massage dan senam. Walaupun peninggalan dalam bentuk tulisan tidak ditemukan tetapi dapat dilihat pada benda - benda relief peninggalan mereka.

- Bangsa Yunani Kuno juga telah mengenal massage dan senam penyembuhan. Massage dilakukan oleh petugas - petugas khusus, yaitu kaum Intrilipten dan Paealatriben. Massage yang mereka lakukan pada umumnya berhubungan dengan mandi yang mereka anggap mempunyai unsur - unsur penyembuhan. Herodotus (Herodicos) adalah orang pertama yang memasukkan unsur - unsur Therapeutis ke dalam massage. Muridnya Hypocrates (460 - 377 SM) yang sampai sekarang dianggap Bapak Ilmu Kedokteran, menekankan penggunaan frictions pada luksasi, distorsi dan pembengkakan. Massage digunakan untuk menguatkan sendi yang lemah dan melemaskan sendi yang kaku. Untuk itu digunakan effleurage yang kuat dalam waktu singkat. Sebagai pelicin digunakan minyak atau lumpur.

- Askleipiades membawa pengetahuan ini ke Roma dan disana ia menjadi orang pertama yang menggunakan massage sebagai cara mengobati.
Celcus dan Galenus menulis tentang massage dan senam. Tulisan Galenus sampai sekarang masih banyak dipelajari. Sesudah masa Galenus datanglah masa suram bagi perkembangan massage.

- Zaman berganti yang dulunya massage digemari para khalayak, kini merosot bahkan hilang pada abad pertengahan. Sebabnya karena ada larangan gereja yang mengharamkan orang untuk telanjang ya karena dipijat seseorang harus menananggalkan pakainnya walau tidak sampai bugil. Oleh karena ada pelarangan, Ahli Bedah Guy de Chauliac menyarankan agar urusan pijat memijat hanya dilakukan manakala orang terkena masuk angina, lecet pada kulit, dehidrasi atau yang lainnya, jadi waktu dipijat orang itu tidak telanjang.

- Pada permulaan 1575 massage dikembangkan lagi oleh ahli bedah seorang kebangsaan Perancis yaitu Ambroise Pare, namun belum mempunyai dasar ilmiah. Baru pada abad ke-17, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan Anatomi dan Fisiologi, massage mempunyai dasar ilmiah.

- Seorang Bangsa Inggris, Dr. Sydenham (1624 - 1689) berusaha mengobati gangguan kronis dengan cara mekanis. Kemudian Prof. Dr. P. Hoffman dari Jerman dan Tissot dari Perancis memprakasai hal tersebut dalam bidang kesehatan. Dalam perkembangannya di abad ke-17, banyak terbit buku-buku soal massage  yang menganjurkan agar pijat memijat ini masuk dalam ranah pengobatan untuk berbagai macam penyakit, bahkan penyakit kelamin, raja singa!. Tiga puluh tahun kemudian, Nicolas Andry yang menciptakan orthopedics menulis tentang faedah massage untuk memperbaiki peredaran darah dan warna kulit.

- Pada permulaan abad ke-19 banyak dokter Perancis, diantaranya: Laisne, Se`e, Estradore, Delpech, Gerrard, dan Heidelbrand berusaha mengembangkan massage. Sampai sekarang harus kita akui bahwa kita masih memakai manipulasi yang berasal dari jaman Hypocratusdan lain - lain, yang kita pilih dan selidiki secara ilmiah.

- Massage pun menjadi kajian ilmiah yang menarik untuk ditelilti, salah satunya adalah J Estranere yang pada abad ke-19 menerbitkan tesis doctoral mengenai massage. Selain itu yang lebih berpengaruh adalah Johann Metzger yang menyabet gelar doktornya di tahun 1868 di Universitas Leiden dan membuka prakteknya di Bonn, dimana  dia disana memberikan pelajaran tentang teknik-teknik massage kepada dokter-dokter lainnya, selain menerima pasien yang salah urat. Seorang pasien wanita pernah datang kepadanya dalam keadaan pincang, tetapi setelah tersentuh teknik massagenya Metzger si wanita itu selang beberapa minggu  dapat berjalan kembali.

- Di Jerman, Tobby Chon dan Monsengeil menyatukan metode Mezger. Kemudian banyak buku diterbitkan diantaranya oleh Bum, Bohm, Reibmayer, Hoffa, Dollinger, dan Dubinus.

- Walaupun Mezger besar jasanya bagi perkmbangan massage tapi ia tidak melakukan penyelidikan sendiri. Hal ini dilakukan Monsengeil. Pada tahun 1910 Rosenthal menerbitkan buku sebagai hasil penelitian dari teori Mezger dan ahli yang lain.

- Masih di abad yang sama,  ada nama seperti Henrik Ling seorang mahaguru Swedia yang mengembangkan teknik pijat yang disebut Swedish Massage atau pijat Swedia. Dia mendirikan sebuah institut di Stockholm. Disana pijat dan senam remedial menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan, dan pada tahun 1887 pijat Swedia dibawa ke Amerika oleh Dr. Mitchel. Pada tahun 1894, di lnggris didirikan sebuah organisasi bernama The Society Of Trained Masseuses (Masyarakat Pramupijat Terampil). Sampai kini terapi pijat tak hanya digunakan di salon dan spa saja tetapi juga di berbagai rumah sakit dan pusat perawatan kesehatan.

- Zabludowski dari Rusia mempelajari massage rakyat Rusia dan Finlandia serta pengaruhnya terhadap tubuh. Usahanya dilanjutkan Kirchberg yang mengarang buku ”Henbuch der Massage en Heilgymnastiek”. Ia menulis pengaruh massage terhadap peredaran darah secara mekanis dan reflektoris yang menyebabkan pembesaran volume kapiler.

- Pada tahun 1915 terbit buku dari Dr. Muller yaitu ”Lehbuch der Massage”di Munchen gladbach. Karangan ini sudah berdasar ilmiah. Banyak pendapat dahulu dikritik dan ditinggalkan. Pendapatnya diikuti oleh Froliep. Norstorm, Kleen, Hilledey, Edinger, Auerbach, dan Cornelis. Buku-buku lain dikarang oleh Prof. A. Hoffa, Gocht, stork, dan Dubinus. Dalam buku-buku tersebut manipulasi lama masih digunakan sesuai dengan tempat di massage.
(berbagai sumber)

Selasa, 09 Desember 2014

Definisi Pijat



Pijat adalah penekanan pada bagian – bagian tubuh tertentu dengan tujuan untuk menghilangkan rasa sakit yang diderita dan mengembalikan tubuh menjadi segar bugar kembali. Pijat adalah terapi sentuh yang paling tua dan populer yang dikenal manusia.


Pijat merupakan seni perawatan dan pengobatan yang telah dipraktekkan sejak berabad-abad silam dari awal kehidupan manusia di dunia. Kedekatan ini mungkin disebabkan oleh karena pijat berhubungan erat dengan proses kehamilan dan proses kelahiran manusia (Roesli, 2001). Pijatan secara umum akan membantu menyeimbangkan energi dan mencegah penyakit. Secara fisiologis, pijatan merangsang dan mengatur tubuh, memperbaiki aliran darah dan kelenjer getah bening, sehingga oksigen, zat makanan, dan sisa makanan dibawa secara efektif ke dan dari jaringan tubuh anda dan plasenta. Dengan mengendurkan ketegangan dan membantu menurunkan emosi pijat juga merelaksasi dan menenangkan saraf, serta membantu menurunkan tekanan darah. Bila kita sedang merasa tidak sehat, pijatan dapat meningkatkan kemampuan diri kita untuk menyembuhkan diri sendiri dan cara ini dapat digunakan untuk melengkapi terapi alami (Balaskas, 2005). Adapun manfaat pijat punggung dalam persalinan antara lain memberikan kenyamanan, mengurangi rasa sakit, membantu relaksasi pada ibu saat proses persalinan, memperbaiki sirkulasi darah, mengembalikan kemampuan berkontraksi, dan meningkatkan kerja system organ, sehingga dapat mengeluarkan zat-zat beracun lebih lancar baik melalui urine maupun keringat.